Selasa, 25 Juni 2013

#Artikel - Matikan Mesinmu, Selamatkan Nyawamu

  Berkendaraan pribadi sudah menjadi kebutuhan bagi kaum urban di zaman modern ini. Dengan tujuan agar para pengendara dapat lebih mudah mencapai lokasi yang hendak dituju. Terutama pengendara roda empat, entah sudah berapa banyak jumlah pengendara roda empat disuatu kota besar. Karena saat ini dapat dikatakan bahwa satu kepala satu mobil.
            Namun tidak semua para pengendara mobil memahami benar etika dalam berkendara. Terlepas dari maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara. Akhir-akhir ini santar terdengar kabar orang meninggal di dalam mobil yang diam dengan AC menyala. Hal tersebut menarik perhatian untuk dipahami lebih lanjut. Bahwasanya kini bahaya memang dapat datang dari berbagai hal.
            Menurut hasil penelitian penyebab maraknya kasus orang meninggal didalam mobil yang diam dengan AC menyala adalah adanya deteksi keracunan zat beracun berupa gas (monoksida)  yang berlebihan dalam ruang sempit. Keracunan udara yang dimaksud ini sebenarnya karena terhirupnya gas karbon monoksida ke dalam tubuh. Gas yang memiliki rumus kimia CO ini memang sangat reaktif dan kemudian mengikat hemoglobin dalam darah. Efek yang kemudian terjadi adalah tubuh kekurangan oksigen dan kemudian supplai oksigen ke dalam otak akan berkurang. Kekurangan supplai oksigen ini umumnya berlangsung secara perlahan dan tanpa disadari oleh korban yang mungkin akan merasakan lemas, mengantuk dan kemudian terlelap. Pada saat inilah kemudian tubuh sudah tidak berdaya dan tidak sadar yang  berujung pada kematian.
            Gas CO yang tidak berbau ini memang dapat membunuh seseorang dalam hitungan menit. CO dapat dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurnaGas CO keluar bersama asap atau gas-gas lain. Pada prakteknya gas-gas ini dikeluarkan melalui knalpot pada kendaraanDengan demikian kontak CO pada manusia dapat dihindari karena gas CO ini akan terbuang ke udara luar.
Namun seringkali gas CO yang terbuang ini menjadi ancaman sendiri. Hal ini terjadi saat gas CO terakumulasi di ruangan terbatas dan ada manusia atau hewan di ruangan tersebut. Efeknya tentu CO akan meracuni manusia atau hewan itu yang berakibat pada kematian. Pada situasi ini, gas-gas CO yang terbuang akan berada di ruangan dan menyebar untuk ikut terhirup dalam sistem pernafasan yang kemudian meracuni. Oleh karena itu sangat dihindari pembakaran atau penggunaan bahan bakar pada ruang yang tertutup atau tanpa ketersediaan saluran pembuangan yang memadai.
Seperti halnya yang terjadi pada kasus keracunan dalam mobil, hal ini dapat dilihat dari asalnya kalau gas CO diproduksi dari pembakaran bahan bakar untuk menghidupkan mesin. Gas hasil pembakaran ini tentunya sudah dikeluarkan lewat pipa knalpot untuk dibuang ke udara luar. Namun pada prakteknya gas ini juga dapat terbawa masuk ke dalam ruang kabin mobil melalui jalur pendingin udara. Hal ini dapat terjadi jika mobil berada dalam keadaan diam, namun mesin kendaraan dan AC dalam keadaan hidup. Terlebih lagi jika situasi ini dilakukan berada dalam ruangan sempit tanpa ventilasi memadai seperti di dalam garasi mobil. Kalau sudah seperti ini maka peluang keracunan gas CO bagi orang yang berada di dalam mobil sangat besar.

            Dengan banyaknya kasus serupa yang terjadi maka ini dapat menjadi catatan penting yang wajib dipahami betul oleh seluruh pengendara maupun penumpang kendaraan roda empat. Bahwa jika dalam mengendarai mobil kemudian akan memberhentikan mobil dalam waktu lama seperti parkir atau beristirahat, hendaknya mesin mobil dimatikan dan ac tidak perlu dihidupkan. Jika perlu keluar dari kendaraan saja. Mungkin cara-cara tersebut dapat dilakukan untuk menghindari kematian akibat keracunan gas CO ini.

#April 22th 2013

~Z.A.Y~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar