Aku katakan aku ragu
dia tersenyum
dan menggeleng
Lebih baik tidak,
Alisnya bertaut mantap,
maka aku tahu dia bersungguh-sungguh
Aku tahu dia,
karena sorotnya yang aku hafal hampir diluar batas kemampuanku
Dia tak tersenyum saat menatap,
tapi aku tahu dia berbahasa
Aku katakan aku percaya
matanya memicing,
bahunya bergidik,
bibir itu tetap diam
namun aku tahu dia berbahasa,
Karena aku mengatakannya
~Z.A.Y~
Sabtu, 09 Maret 2013
Dia
Senyum itu takkan dengan mudah menghias bibirnya yang setipis pecahan kaca
Alisnya yang tebal akan mengerut dan menyatu seperti kepakkan sang rajawali saat ia tinggalkan ekspresi datarnya
Mata sipit nan runcingnya akan terangkat dan memicing saat ia tertuju pada satu hal
Tatapannya setajam pangkal alisnya
Tak banyak kata berucap dari bibirnya
Punggung itu bagai papan seluncur, tegap berlekuk mengikuti poros tulang punggungnya
Jalannya seperti air,
mantap kemana melangkah mengikuti kemana arah bumi membawanya
Takkan mungkin terseok karang buta yang cacat
Entah sejak kapan aku memperhatikannya
Entah sejak kapan aku memikirkannya
Yang aku tahu,
aku memimpikannya
dan saat aku terpesona olehnya
hatiku meminta,
"Ijinkan aku kali ini Tuhan"
#December,6th 2009
~Z.A.Y~
~Z.A.Y~
Langganan:
Komentar (Atom)