Sabtu, 09 Maret 2013

Dia

Senyum itu takkan dengan mudah menghias bibirnya yang setipis pecahan kaca
Alisnya yang tebal akan mengerut dan menyatu seperti kepakkan sang rajawali saat ia tinggalkan ekspresi datarnya
Mata sipit nan runcingnya akan terangkat dan memicing saat ia tertuju pada satu hal
Tatapannya setajam pangkal alisnya
Tak banyak kata berucap dari bibirnya 
Punggung itu bagai papan seluncur, tegap berlekuk mengikuti poros tulang punggungnya 
Jalannya seperti air,
mantap kemana melangkah mengikuti kemana arah bumi membawanya
Takkan mungkin terseok karang buta yang cacat

Entah sejak kapan aku memperhatikannya
Entah sejak kapan aku memikirkannya
Yang aku tahu,
aku memimpikannya
dan saat aku terpesona olehnya
hatiku meminta, 
"Ijinkan aku kali ini Tuhan"


#December,6th 2009
~Z.A.Y~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar